Selasa, 12 November 2013

PKB Males Koalisi Dengan PPP

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak tertarik dengan rencana koalisi partai Islam yang kini digulirkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal ini karena PKB memiliki pengalaman pahit berkoalisi dengan Poros Tengah, koalisi parpol Islam pada pemerintahan Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Kami punya pengalaman Poros Tengah, dan itu cukup menyakitkan. Kalau wacana silakan saja, tapi PKB tak akan terjebak pada wacana koalisi parpol Islam ini," ujar Wakil Bendahara Umum PKB Bambang Susanto saat dihubungi Selasa (12/11/2013).

Pada masa Gus Dur, koalisi Poros Tengah yang dikomandoi Amien Rais mengusung Gus Dur sebagai presiden hingga terpilih dalam sidang Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR). Namun, Poros Tengah jugalah yang kemudian menjatuhkan Gus Dur dari kursinya sebagai presiden dan digantikan oleh Wakil Presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri.

Bambang berpendapat koalisi parpol Islam masih terlalu dini digulirkan. Pasalnya, semua partai masih berkonsentrasi menghadapi pemilihan legislatif. Selain itu, koalisi ini dianggap sulit terwujud lantaran masing-masing partai Islam telah memiliki calonnya masing-masing.

"Apalagi PPP sudah punya Suryadharma Ali yang menyatakan maju capres. Kami tidak mau itu," kata Bambang.

Menurut Bambang, alasan PPP yang menggunakan kedekatan historis untuk mengajak partai-partai lain tidaklah cukup kuat. Partai-partai Islam, menurut Bambang, sudah memiliki platformnya masing-masing.

"PKB tidak sama platformnya dengan PPP. PKB sangat terbuka, tidak berasaskan Islam. Jadi, atas dasar apa mau digabungkan? Lagi pula, koalisi parpol Islam juga bukan jualan yang laku di tengah masyarakat," kata Bambang.

Sebelumnya, PPP menyatakan akan merangkul partai-partai Islam, seperti PKB, PKS, PAN, dan PBB untuk bergabung membuat kekuatan baru. PPP yakin koalisi partai Islam bisa menandingi kekuatan PDI Perjuangan, Partai Golkar, dan Partai Demokrat.

Meski sudah menyatakan akan membuat koalisi partai Islam, PPP juga belum mau terburu-buru mengusung capres maupun cawapres.

Rabu, 02 Oktober 2013

Google Melebarkan Sayap

Raksasa Internet yang merambah ke perangkat lunak komputer, Google, mengumumkan hadirnya sejumlah laptop terbaru yang menggunakan sistem operasi buatannya, Chrome.

Beberapa perangkat terbaru yang menggunakan sistem operasi Chrome itu antara lain Chromebook HP, Acer, ASUS, juga Toshiba Chromebook yang dikenalkannya bersama Intel di acara Intel Developer Forum di San Francisco, Rabu (Kamis WIB).

Intel berkepentingan atas hadirnya sejumlah Chromebook itu karena semua menggunakan prosesor Intel yang berbasis pada microarchitecture Haswell.

Google dalam blog resminya menyatakan, Acer Chromebook merupakan perangkat yang menawarkan baterai berdaya lama dan desain baru bervariasi, ringan, serta portabel, sementara HP Chromebook14 yang berlayar lebar juga hadir dalam warna bervariasi.

Toshiba Chromebook menawarkan fleksibilitas dan portabilitas, sedangkan ASUS Chromebook cocok untuk di mana saja ketika pengguna membutuhkan sebuah komputer, kata Google.

Dengan hadirnya beberapa Chromebook terbaru itu, Google mengklaim sudah ada enam produsen laptop papan atas yang sudah menawarkan Chromebook.

Sekali lagi Google mengklaim bahwa lebih dari 5000 sekolah atau mewakili 20 persen sekolah distrik di Amerika Serikat telah menggunakan Chromebook.

Mengutip laporan perusahaan riset NPD, Google menyebutkan bahwa Chromebook telah menguasai sekitar 20 sampai 25 persen segmen komputer berharga 300 dolar ke bawah.