Selasa, 28 Desember 2010

Pintar Bersama Daihatsu

Blogger Kliwuluh -> ”Pintar Bersama Daihatsu”yang merupakan salah satu pilar programcorporate social responsibility (CSR) PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengajak siswa-siswi sekolah untuk belajar dan menyaksikan secara langsung proses produksi mobil di pabrik ADM.Program yang disebut Plant Visit ini dikemas dengan konsep fun educationdan interaktif sehingga menyenangkan dan menarik bagi anak sekolah.

KEGIATAN Plant Visit bertujuan memperkenalkan sedini mungkin dunia usaha khususnya di bidang automotif sebagai bekal para siswa untuk memasuki dunia kuliah dan dunia kerja kelak. Di sini diperlihatkan bagaimana membuat mobil yang benar dan berkualitas internasional.

Pengalaman baru selalu membuahkanantusiasme. Halinilahyang dirasakan para siswi dari Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Santa Ursula Jakarta saat program Kunjungan Pabrik (Plant Visit) ke ADM di kawasan Sunter, Jakarta Utara,Selasa (14/12).Sebanyak 120 siswi yang terbagi dalam empat kelompok itu tercengang manakala menyaksikan proses perakitan mobil di bagian Assembly Plant ADM. DipanduolehSuferi,foremandari bagian assembling jalur final, para pelajar kelas 11 dan 12 itu berjalan tertib di sepanjang garis aman dan selanjutnya berkeliling untuk melihat langsung tahapan perakitan mobil,salah satunya tahapan door less system yang dapat mempercepat proses produksi,bagian pintu mobil yang telah dicat kemudian dilepas untuk memudahkan perakitan bagian lain seperti door trim,central door lock, plastik dan busa peredam, dan lain-lain.

Selanjutnya pintupintu yang dilepas tersebut dirakit kembalike bagianbodiutama.Selain itu,kelebihan teknik door less system untuk menjaga tingkat kualitas produksi. Dua mobil produk ADM yang sempat disaksikan proses perakitannya adalah Xenia dan Avanza yang merupakan salah satu produk kolaborasi antara Daihatsu dan Toyota. ”Sebelum mulai bekerja, para mekanik harus melalui pendidikan dan latihan dulu.Ada materi teori, praktik, maupun kedisiplinan dan cara memegang alat yang benar,” ujar Suferi saat mengantar para siswi di lokasi pertama yang mirip bengkel mini. Di bagian pemrosesan interior mobil, para siswi berdecak kagum saat menyaksikan pemasangan kaca mobil oleh mesin robot hingga pemasangan pintu depan dan belakang mobil yang dilakukan empat pekerja.

Pemasangan bumper dan atap mobil juga dilakukan dengan cepat,namun tetap teliti dan hatihati. Setelah semuanya lengkap, dilakukan pengecekan lampu dan kualitas bodi.”Pengecekan dilakukan tiga kali, setelah itu baru dikonfirmasi,” ungkap Suferi. Pada bagian akhir pengecekan, antusiasme para siswi kembali menyeruak saat mengintip proses pengecekan fungsi rem dan kecepatan roda mobil. Dengan dikendarai seorang petugas,mobil ditempatkan di atas sebuah bidang yang memiliki empat bagian lingkaran yang berputar cepat sebagai tempat menguji roda. Di sini keempat roda mobil akan berputar ibarat melaju di jalan raya dengan kecepatan sangat tinggi.

Pengecekan kecepatan roda dilakukan tiga kali dan selanjutnya mobil dibawa ke area pemandian untuk dideteksi ada atau tidaknya kebocoran. Di sini mobil disiram dengan pancuran air yang deras laksana terguyur hujan selama 85 detik. Jika ditemui kebocoran, akan dilakukan pengecekan ulang dan perbaikan. ”Proses perakitan mobil di assembly plant jalur final ini memakan waktu sekitar dua jam. Dalam sehari,mobil yang dirakit mencapai 700 unit yang terbagi dalam dua shiftpekerja,”beber Suferi. Ignacia Chiara Irawan, siswi kelas 12 SMAK Santa Ursula yang turut serta dalam rombongan mengaku takjub menyaksikan proses produksi pabrik yang sangat kompleks,”Saya terkesan cara mereka merakit bagian-bagian mobil dengan sangat rapi tanpa ada kesalahan meski warna pintunya berbeda- beda.

Namun,hasilnya sesuai dengan warna bodi,”tuturnya. Dalam kunjungan pertamanya itu, Ignacia juga antusias melihat mobil-mobil yang dirakit dengan mesin dan teknologi canggih.Ia pun kian bangga karena Indonesia sebagai negara berkembang sudah mampu memproduksi mobil berkualitasdenganteknologimutakhir. ”Tadi sewaktu di bagian produksi saya lihatkokada mobil yang setirnya di kiri? Eh,ternyata itu untuk ekspor ke Arab. Jadi ternyata kita bukan negara pengimpor kendaraan saja, tapi bisa memproduksi untuk dikirim ke negara lain juga,”ujarnya polos. Kendati hanya singkat, Ignacia merasa Plant Visit tersebut sangat berguna karena memberikan pengalaman baru sekaligus pelajaran berharga.

Mulai dari proses manajemen produksi,sistem pengaturan mesin, hingga pentingnya kerja sama dan kekompakan tim. Selain itu, ia juga termotivasi untuk belajar lebih banyak dan lebih teliti sehingga kelak dapat menciptakan produk atau temuan yang inovatif. Widyastuti, pengajar SMAK Santa Ursula,mengatakan,kegiatan Plant Visit berkorelasi dengan mata pelajaran manajemen di sekolah dan sangat membantu melengkapi pengalaman yang tidak bisa didapat para siswi di kelas. ”Kalau di sekolah kan sebatas teori. Dalam kunjungan ini, mereka melihat penerapan manajemen mulai dari aspek perencanaan seperti mendesain mobil dan lay out pabrik, proses produksi, hingga pengaturan mesin supaya pekerjaan bisa berjalan efisien dan efektif,”ungkapnya.

Kepala Departemen CSR DaihatsuAsjoni mengatakan,”Kegiatan Plant Visit sudah berlangsung sejak 2007 dan merupakan wujud komitmen Daihatsu untuk meningkatkan kualitas pendidikan seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan.” Pabrik ADM telah menerima kunjunganmulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar, sekolah menengah, hingga universitas dan TNI Angkatan Darat (AD). Beberapa sekolah dan perguruan tinggi yang pernah melakukan Plant Visit ke ADM adalah Yayasan Ammaliah Astra,Seskoal, Universitas Trisakti, Universitas Indonesia,Universitas Gunadarma, ITENAS,ITB,danPOLMAN ASTRA.

Tak sekadar kunjungan pabrik, para pelajar peserta Plant Visit di ADM juga disuguhi beragam kegiatan menarik seperti senam dan games edukatif guna melatih kerja sama tim. Pada setiap games juga disisipkan materi keselamatan kerja untuk diterapkan para peserta selama melakukan kunjungan pabrik. Demi memacu kreativitas siswa, ADM juga menyediakan Styling Studio. Di kelas ini mereka diberikankebebasanuntukberimajinasi dan menciptakan model mobil yang mereka inginkan dengan menggunakan bahan clay.Mereka juga diminta untuk mendesain ulang bentuk mobil yang telah disediakan di whiteboard dengan menggunakan tape drawing. ”Hasilnya lumayan bagus dan memberikan inspirasi,”ujar Asjoni.

”Bagi sekolah ataupun komunitas yang ingin mengikuti program ini, silakan mengajukan surat permohonannya ke bagian PR Marketing ADM, alamat: PT Astra Daihatsu Motor, Jalan Gaya Motor III No 5, Sunter II – Jakarta Utara 14330, atau e-mail ke arif.k2@daihatsu.astra.co.idThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , dengan mencantumkan nama sekolah/ klub, jumlah peserta yang akan mengikuti, dan tujuan yang ingin didapat dari Plant Visit,serta waktu kunjungannya,” ujar General Affairs Division Head ADM Guntur Mulja.